Cari Blog Ini

Breaking News

Proyek Fisik Jalan dan Perjalanan Dinas DPR Lobar Terpapar Efisiensi



Separuh Anggaran Terpangkas 


Mataharisiar.com(Lombok Barat) - Terpapar efisiensi, sejumlah rencana  pekerjaan proyek fisik 2025 pupus dan tertambat. Pemangkasan berkisar hingga separuh nilai anggaran juga ikut 

berimbas pada kegiatan studi banding kalangan wakil rakyat DPRD Lombok Barat (Lobar).


Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indrayadi menyebutkan, diketahui dari sejumlah mata anggaran yang ada, akan di efisiensi dan disesuaikan dengan kebutuhan yang sifatnya lebih urgensi pemanfaatannya untuk masyarakat.


 Anggaran ini bukan lantas sepenuhnya ditiadakan, tetapi akan dikurangi dari segi infrastruktur proyek pembangunan di Lobar termasuk fisik jalan.


"Pelaksanaan proyek fisik tahun 2025 ini terpaksa ditunda imbas dari efisiensi ini. Seperti perbaikan jalan di desa Batu Putih, Sekotong Timur, Buwun Mas, Cendi Manik, desa Kedaro sepertinya belum bisa terlaksana meskipun sudah diajukan sejak tahun lalu," bebernya saat dikonfirmasi 11/3/25.


Jalan Kedaro di Sekotong jelas Lalu Irvan, kondisinya sangat urgent diikarenakan sudah rusak parah. Pun fisiknya  sering dikeluhkan oleh pengguna  jalan. Hal ini sudah di monitoring langsung sebelumya oleh kalangan DPR ke obyek lokasi, untuk memantau reelnya.


"Hematnya adalah layak dan penting untuk diperbaiki adanya. Terlebih jalan Kedaro ini, kondisinya parah dan kerap memakan korban pengendara," terang dia.


Menurutnya, jalan Kedaro diestimasi  akan tuntas dikerjakan hanya dengan totalitas biaya 3 miliar. Namun lanjutnya, harapan itu harus kandas, tertambat tahun ini karena terpapar efisiensi.


"Kemungkinan tahun ini belum bisa, boleh jadi tahun 2026 mendatang bisa dieksekusi," urainya.


Perbaikan fisik jalan yang dimaksud, sebelumnya sudah diusulkan dan disepakati bersama oleh pihak eksekutif dan legislatif pada tahun 2024 lalu. Termasuk untuk pembangunan gedung komisi. Tetapi karena lagi lagi terpapar efisiensi, terpaksa harus di tunda dl tahun ini, ujar Lalu Irvan.


Dari segi lainnya, imbas efisiensi ini juga berpengaruh terhadap perjalanan Dinas di lembaga DPRD juga ikut terpapar. Separuh dari nilai anggaran hilang dipangkas.


"Kalau dulu perjalan Dinas luar daerah dilakukan lima hingga enam kali, sekarang berbeda dan palingan hanya sekali dua," terang Politisi Golkar ini.


Apakah ada langkah negosiasi atau komunikasi ulang untuk membahas mengenai efisiensi ini, mudahan bisa ditentukan nanti bersama pihak eksekutif.


Sementara itu, Sekwan Lobar Haerudin membenarkan bahwasanya sejumlah mata anggaran di di DPRD Lobar terjadi pemangkasan, 

salah satunya putusan untuk kegiatan studi banding.


"Untuk kegiatan Reses, Kunker dan untuk kebutuhan Bimtek, semuanya ini kan menyangkut perjalanan Dinas dan 

separuh anggarannya dipangkas," ugkapya.


Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden mengenai efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025," ungkapnya. (Ikhw@N)




0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close